Meningkatkan Karakter Siswa dan Kearifan Lokal dengan Kurikulum Adaptif Berbasis Teknologi: Studi Kasus di SMP Al-Ikhlas, Astanajapura, Cirebon
DOI:
https://doi.org/10.62048/qjms.v3i1.112Kata Kunci:
kurikulum adaptif, penguatan karakter, kearifan lokal, teknologi, pendidikanAbstrak
Perkembangan teknologi digital menuntut satuan pendidikan untuk menyesuaikan kurikulum agar tetap relevan, sekaligus mampu menjaga fungsi pendidikan sebagai wahana pembentukan karakter dan pelestarian nilai budaya lokal. Namun, pada praktiknya, banyak sekolah—termasuk sekolah berbasis pesantren—masih menghadapi kesenjangan dalam mengadaptasi teknologi secara bermakna tanpa mengabaikan penguatan karakter dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengkaji implementasi kurikulum adaptif berbasis teknologi yang efektif dalam penguatan karakter siswa serta integrasi kearifan lokal. Penelitian dilaksanakan di SMP Al-Ikhlas, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum adaptif berbasis teknologi mampu memfasilitasi pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan, minat, gaya, dan kecepatan belajar siswa. Kurikulum ini juga memberikan ruang bagi pengembangan proyek pembelajaran berbasis nilai dan kearifan lokal, serta memungkinkan penilaian siswa dilakukan secara lebih holistik. Selain itu, teknologi berperan penting sebagai medium interaktif dan sumber belajar yang kaya untuk menanamkan nilai-nilai karakter serta mempromosikan kearifan lokal secara kontekstual. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa kurikulum adaptif berbasis teknologi dapat menjadi rujukan teoretis dan praktis bagi pengembang kurikulum, guru, dan pembuat kebijakan dalam merancang pendidikan SMP yang lebih relevan, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.
Referensi
Al Faruq, U., Arifuddin, N., Ma’arif, A. S., & Husniyah, F. (2025). Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Panca Jiwa di Pesantren: Strategi dan Tantangan dalam Era Digital. Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Ilmiah, 10(1), 1–18. https://doi.org/10.55187/tarjpi.v10i1.6105
Afdhalurrahman. (2025). Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan kesiapan Siswa Menghadapi Tantangan Era Digital dan Revolusi Industri 4.0 di MTs Tamansiswa Medan. Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 253–262. https://doi.org/10.56832/edu.v5i2.1135
Creswell, J. W. (2015). Educational research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research (5th ed.). Pearson Education.
Gumelar, D. G., Dwiyanti, D., & Hadiapurwa, R. (2021). Efektivitas Penggunaan Kuis Interaktif Berbasis Video Conference Terhadap Pemahaman Materi Pada Mahasiswa. Inovasi Kurikulum, 18(2), 166–177. https://doi.org/10.17509/jik.v18i2
Haslam, I. R., Khine, M. S., & Saleh, I. M. (Eds.). (2013). Large Scale School Reform and Social Capital Building (0 ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203085110
Hasbullah. (2025). Manajemen Kurikulum Adaptif: Integrasi Pendidikan Karakter dan Digitalisasi Pembelajaran. Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(5), 383–393.
Herak, R. (2025). Character Education in the Digital Age: Challenges and Opportunities Amidst Technological Developments. MSJ?: Majority Science Journal, 3(2), 245–252. https://doi.org/10.61942/msj.v3i2.367
Lickona, T. (2012). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books, New York
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Muzakky, R. M. R., Mahmuudy, R., & Faristiana, A. R. (2023). Transformasi Pesantren Menghadapi Era Revolusi Digital 4.0. ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum Dan Humaniora, 1(3), 241–255. https://doi.org/10.59246/aladalah.v1i3.371
Nurhabibah, S., Sari, H. P., & Fatimah, S. (2025). Pendidikan Karakter di Era Digital: Tantangan dan Strategi dalam Membentuk Generasi Berakhlak Mulia. Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Agama Islam, 3(3), 194–206. https://doi.org/10.61132/jmpai.v3i3.1099
Saputra, F. (2024). Pembinaan Karakter Mahasiswa MelaluiPendidikan Agama Islam di Era Digital. Wathan: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(2), 176–188. https://doi.org/10.71153/wathan.v1i2.77
Selwyn, N. (2022). Education and technology: Key issues and debates: International Review of Education, 68(4), 635–636. https://doi.org/10.1007/s11159-022-09971-9
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta, Bandung
Szymkowiak, A., Melovi?, B., Dabi?, M., Jeganathan, K., & Kundi, G. S. (2021). Information technology and Gen Z: The role of teachers, the internet, and technology in the education of young people. Technology in Society, 65, 101565. https://doi.org/10.1016/j.techsoc.2021.101565
Tikkanen, L., Pyhältö, K., Soini, T., & Pietarinen, J. (2017). Primary determinants of a large-scale curriculum reform: National board administrators’ perspectives. Journal of Educational Administration, 55(6), 702–716. https://doi.org/10.1108/JEA-10-2016-0119
Zahira, N., & Nasution, M. I. P. (2024). Perbandingan Perilaku Manajemen Informasi Generasi Z dan Millennials di Era Digital. Jurnal Rumpun Manajemen dan Ekonomi, 2(1), 51–59. https://doi.org/10.61722/jrme.v2i1.3261
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ahmad Khoiril Anwar, Yono, Akmad Khumaedi, Rudi Pramana

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Works in this journal are licensed under a Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International.




















